Selasa, 20 Desember 2016

Bisnis Rumahan Warung Sembako Dengan Modal Pas – Pasan

Bisnis Rumahan Warung Sembako Dengan Modal Pas – Pasan


Kelebihan Rumahan Warung Sembako
Bisnis sembako memiliki kelebihan karena segmentasi pasarnya yang hampir menyeluruh. Bisnis ini membidik bukan hanya kalangan atas namun juga kalangan bawah, hampir semua manusia terkhusus yang hidup di Indonesia sangat membutuhkan apa yang dijual di warung sembako sehingga terlepas dari ketatnya persaingan. Usaha bisnis warung sembako bisa jadi adalah peluang usaha yang sangat menggiurkan dengan keuntungan yang sangat lumayan.

Selain itu, keuntungan yang didapat terbilang lumayan besar. Seperti penuturan Pak Husein, seorang penjual sembako mengatakan bahwa dengan modal 10 juta ia dapat menghasilkan keuntungan rata - rata Rp. 5,5 juta perbulan. Hal ini bisa terwujud jika kita memiliki strategi penjualan yang bagus karena bisa dikatakan bahwa bisnis rumahan warung sembako adalah bisnis yang cukup ketat persaingannya. Namun ini juga tergantung dari lokasi usaha.

Kekurangan Rumahan Warung Sembako
Karena menjual banyak barang, maka tentu membutuhkan ketekunan dan ketelitian dalam mengurus bisnis ini. Anda harus telilit menentukan jenis dan harga barang yang dijual. Karena anda membeli dengan sistem grosir sementara nantinya dijual dengan cara eceran maka anda harus cermat dalam menghitung harga tiap satuan ecer. Selain itu di beberapa tempat persaingan warung sembako terbilang cukup ketat karena bisnis ini memang bisnis yang menguntungkan sehingga banyak orang yang juga ingin meraup keuntungan dari bisnis ini.

Tips Sukses Bisnis Rumahan Warung Sembako
Untuk meraih kesuksesan dalam menjalankan usaha ini, ada baiknya anda menjalankan beberapa tips berikut ini diantaranya adalah :

1. Pemilihan lokasi usaha
Pemilihan lokasi usaha bisa jadi menjadi syarat penting dalam kesuksesan berbisnis warung sembako. Usahakan mencari tempat yang strategis yang dapat dijangkau oleh banyak orang. Anda bisa membukanya di pinggir jalan, di perempatan atau di pusat kegiatan masyarakat. Selain itu usahakan untuk membuka bisnis ini ditempat yang masih minim persaingan.



2. Utamakan Kualitas Produk dan Pelayanan
Kepuasan pelanggan adalah harga mati bagi suksesnya warung sembako. Hal ini membuat anda harus lah memberikan pelayanan yang prima. Siapkan barang barang berkualitas agar pelanggan puas serta cobalah untuk lebih ramah dan lebih menebar senyum kepada pelanggan. 



3. Mencari Grosiran Termurah
Dalam hal ini, anda dituntut untuk dapat memilih tempat grosir yang menjadi kulakan anda dengan harga termurah.Semakin murah barang yang anda beli maka margin keuntungan semakin besar sehingga hasil yang didapat semakin besar.

Modal awal 
Etalase , meja dll                                    Rp 1.200.000,00
alat seperti Rak, kalkulator, dll                 Rp 900.000,00
Stok pproduk                                         Rp 4.000.000,00 +
Total                                                     Rp4.500.000,00




Biaya operasional 
Belanja  dagangan                   Rp 4.000.000,00
Biaya listrik, Air dll                   Rp   200.000,00
Transportasi belanja dagangan  Rp   150.000,00
Biaya lain - lain                        Rp   200.000,00  +
Total                                      Rp 4.750.000,00


Omset per bulan
Omzet harian rata-rata  Rp 300.000,00
Omset bulanan @ Rp 300.000,00 x 30 hari =9.000.000,00
Laba bersih perbulan
Rp 9.000.000,00 - Rp 4.750.000,00 =  Rp 4.250.000,00


Rabu, 09 November 2016

PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan (bahasa Inggris: Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan] Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Proses kewirausahaan Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi, inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk ‘’locus of control’’, kreativitas keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausahawan yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang memengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi, dan keluarga Ciri-ciri dan Sifat kewirausahaan Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah: • Percaya diri • Berorientasikan tugas dan hasil • Berani mengambil risiko • Kepemimpinan • Keorisinilan • Berorientasi ke masa depan Kewirausahaan Tradisional dan Kewirausahaan Modern Dalam dunia bisnis ada dua klasifikasi bisnis dilihat dari sistem kerjanya, ada yang disebut sistem bisnis tradisional, dan ada sistem bisnis modern. Sering kali seorang pemilik bisnis dari jenis tradisional merasa bahwa perkembangan usahanya sulit untuk berkembang dan sering kali stagnan, bukan dalam artian usaha yang dijalaninya mati, tetapi bisa dikatakan kurang bonafit berbeda dengan perusahaan / bisnis modern dimana perkembangannya bisa saja sangat cepat dan tentu profitable. Lalu apa yang menjadi pembeda dari dua jenis bisnis tersebut? Yang menjadi pembeda dari bisnis tradisonal dan modern adalah dalam sistem partisipasi dan berbagi beban/ keuntungan. Maksudnya sebuah bisnis tradisional lebih fokus pada pemasaran dan produksi dimana muncul asumsi bahwa kedua hal tersebut bisa dilakukan oleh diri sendiri pada saat bersamaan, karena terhitungnya akan lebih menguntungkan jika dikerjakan sendiri dari pada harus di bagi kepada orang lain. Memang hal tersebut bisa saja dilakukan melakukan dua fungsi secara bersamaan sehingga Anda bisa di bayar dobel dan itu menguntungkan bagi Anda sebagai pemilik dan pengelola usaha. Bagaimana dengan sistem modern? Mereka lebih peka terhadap kemampuan diri dan harapan, sehingga bisnis pada jenis ini lebih terbuka untuk berbagi dan membuka partisipasi secara terorganisir. Asumsi yang dipakai ialah kuantiti, tidak apa mendapatkan untung sedikit dari 1 pembeli/ klien, tetapi harus memiliki 1000 klien. Dan pada jenis bisnis ini akan mampu untuk memproduksi 1000 produk karena tersedia SDM dan pasarnya. Contoh Usaha Tradisional - Membuat kripik jamur - Kursus music - Kurir Contoh Usaha Modern - Distro - Minimarket - Onlineshop